Jumat, 23 Februari 2024

Ini Efek Samping Penggunaan Semir Rambut Terlalu Sering yang Perlu Diketahui

Murianews
Sabtu, 8 Oktober 2022 22:49:43
Foto: Ilustrasi mengecat rambut (freepik.com)
[caption id="attachment_304038" align="alignleft" width="1890"]Ini Efek Samping Penggunaan Semir Rambut Terlalu Sering yang Perlu Diketahui Foto: Ilustrasi mengecat rambut (freepik.com)[/caption] MURIANEWS, Kudus – Penggunaan semir rambut saat ini sudah menjadi salah satu gaya hidup, terutama anak muda. Dengan menyemir atau mengecat rambut sesuai warna selera membuat mereka merasa terlihat beda dan bisa makin pede dengan penampilannya. Guna mengubah warna rambut ini, mereka rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Soalnya, bahan yang dipakai untuk mewarnai rambut di salon kecantikan atau membeli di pasaran itu harganya tentu saja tidak murah. Nah, bagi Anda yang punya kondisi keuangan terbatas atau takut dengan efek samping cat rambut di pasaran, tidak perlu sedih. Pasalnya, Anda bisa mengecat rambut sendiri dengan bahan alami yang mudah didapat dan harganya murah. Baca juga: Masker Pisang Berkhasiat Bikin Rambut Lebih Indah dan Kuat, Begini Cara Membuatnya Mewarnai rambut secara alami alami memiliki efek samping lebih sedikit daripada penggunaan produk pewarna rambut di pasaran. Meski demikian, mengecat rambut dengan bahan alami perlu dilakukan secara berulang dan konsisten. Di balik manfaat semir rambut tersebut, ada beberapa efek samping yang jarang diketahui. Melansir dari Halodoc, salah satu efek sampingnya adalah bila menggunakan produk dengan bahan kimia kuat, sehingga melemahkan akar rambut atau malah bisa membuat kulit kepala mengalami iritasi. Semir rambut bila tidak diiringi dengan perawatan signifikan juga bisa membuat rambut cepat rusak, terutama bila rambut terlalu sering disemir. Semir rambut tidak hanya bisa dilakukan di salon tetapi juga dilakukan secara mandiri. Pengetahuan mengenai cara merawat rambut dapat membantu menghindarkan dari efek samping semir rambut. Rambut terdiri dari akar dan batang, ketika kamu hendak menyemir rambut, yang diwarnai adalah batangnya dan bukan akarnya. Batang terdiri dari tiga lapisan yaitu kutikula, korteks dan medula. Medula adalah inti berongga, kutikula mengandung sel-sel padat dan korteks adalah salah satu yang terdiri dari pigmen warna alami (ini adalah pigmen yang menentukan warna rambut). Saat menggunakan zat pewarna, zat tersebut akan menghilangkan warna alami dari batang rambut, kemudian menambahkan warna baru. Pewarna rambut mengandung banyak bahan kimia mulai dari amonia hingga peroksida. Jenis Semir Rambut dan Efek Sampingnya Pada dasarnya, ada tiga jenis pewarna rambut yaitu pewarna rambut sementara, semi permanen dan permanen. Begini perbedaan ketiganya: Pewarna Rambut Temporer Untuk pewarna rambut sementara,  produk harus menembus kutikula untuk menyimpan warna atau menghilangkan warna di korteks rambut. Pewarna rambut temporer mengandung molekul besar yang terlalu besar untuk menembus kutikula. Akibatnya, pewarna ini hanya melapisi batang rambut yang memberikan pewarnaan sementara pada rambut. Ini adalah salah satu alternatif pewarnaan rambut yang paling umum digunakan untuk mendapatkan warna pirang atau emas pada rambut. Penggunaan pemutih menghasilkan efek pewarnaan dengan mengoksidasi folikel rambut. Ini tidak hanya merusak keadaan alami rambut tetapi juga menghilangkan kelembapan dari folikel rambut. Selain itu, efek samping lainnya adalah menyebabkan kekeringan, kerusakan, dan ujung rambut bercabang, yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Pewarna Rambut Semi Permanen Pewarna rambut semi permanen mengandung molekul kecil seperti amina aromatik, yang menyebabkan pembengkakan pada batang rambut. Ini bisa menyebabkan pewarna menembus kutikula dan membiarkannya memasuki korteks sehingga mewarnainya. Penggunaan pewarna rambut semi permanen cukup populer karena mudah digunakan dan tidak mengandung pemutih. Selain itu, pewarna ini tidak mengubah warna alami rambut tetapi hanya menambahkan lapisan warna yang semakin memudar selama enam minggu. Jenis pewarna ini hanya menambahkan lapisan tanpa memengaruhi profil nutrisi folikel rambut. Oleh karena itu, pewarna rambut ini dianggap lebih aman dibandingkan dengan pewarna rambut permanen dan seringkali digunakan sebagai pilihan untuk semir rambut. Pewarna Rambut Permanen Berlawanan dengan pewarna rambut semi permanen, pewarna rambut permanen mengubah warna alami rambut dengan menyematkan warna jauh ke dalam rambut. Ini dikenal sebagai pewarna oksidatif dan mengandung molekul terkecil dari amina aromatik yang menyebabkan pembengkakan kutikula. Pewarna oksidatif yaitu hidrogen peroksida memungkinkan pewarna menembus korteks yang menghilangkan warna dan mencerahkan rambut. Jenis pewarna ini menyebabkan warna rambut bertahan hingga rambut tumbuh. Sementara amonia adalah bahan umum dalam pewarna rambut permanen pada awalnya, perusahaan telah mulai menawarkan pilihan warna rambut bebas amonia. Namun, karena pewarna rambut permanen dapat menyebabkan efek merugikan yang diperparah oleh paparan yang terlalu lama, sangat disarankan untuk berhati-hati dalam menerapkan jenis produk ini. Kalau kamu hendak menggunakan pewarna rambut atau semir rambut permanen, ada baiknya untuk melakukan konsultasi dengan profesional terlebih dahulu. Selain itu, produk pewarnaan rambut yang digunakan untuk menyemir rambut, bisa membuat rambut rontok. Ini disebabkan oleh kandungan bahan para-phenylenediamine yang ditemukan di beberapa produk semir rambut. Jika kamu berencana untuk melakukan semir rambut di rumah, pastikan untuk memeriksa kandungan bahan semir sebelum membeli apalagi menggunakannya.     Penulis: Dani Agus Editor: Dani Agus Sumber: halodoc.com

Baca Juga

Komentar