Banyaknya kandungan air ini membantu tubuh untuk memenuhi hidrasi kita sehari-hari. Selain itu, kandungan air di semangka juga bermanfaat membantu proses pencernaan.
Dari warnanya, semangka dibagi menjadi dua jenis, semangka merah dan semangka kuning. Dua-duanya punya banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Keduanya juga mempunyai zat antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan daya dahan tubuh.
Baca: Pilih Semangka Merah atau Kuning? Ini PerbedaannyaNamun, ternyata ada juga semangka yang dagingnya sedikit dan kandungan airnya kurang. Jadi
ketiwas beli, ternyata salah pilih semangka.
Biar enggak lagi kecewa saat beli semangka, ada beberapa tips yang harus diperhatikan. Ada baiknya menyimak tips memilih semangka seperti yang dilansir
Fimela sebagai berikut.
1. Perhatikan bentuknyaCarilah semangka yang bentuknya lebih bulat, bukan yang oval atau lonjong. Semangka dengan bentuk seperti ini rasanya lebih manis ketimbang yang besar memanjang. Semangka yang lonjong cenderung sedikit kandungan airnya dan dagingnya.
2. Ketuk atau tepuk buah semangkaEnggak ada salahnya sedikit menepuk permukaan buah saat memilih semangka. Ini untuk memastikan kepadatan pada buah semangka.
Perhatikan suaranya saat menepuk. Semangka yang matang sempurna akan terdengar suara yang berat ketika diketuk. Sebaliknya, semangka dengan banyak rongga akan menghasilkan suara nyaring saat diketuk.
3. Pilih yang paling beratSaat memilih semangka, angkat-angkat dulu pakai tanganmu untuk memperkirakan beratnya. Sebab, semangka yang manis adalah semangka yang padat dan berat saat diangkat.
Jadi, semangka yang terasa berat karena isinya bukan besar kecilnya ukuran. Namun perlu pula diperhatikan untuk tidak memilih semangka dengan ukuran yang terlalu besar atau terlalu kecil.
4. Periksa bercak pada semangkaCek bercak kuning atau
ground spot pada semangka. Bercak itu menandakan semangka sudah matang dan menghasilkan buah yang manis.Kalau bercaknya berwarna lebih putih, itu menunjukkan semangka terlalu cepat dipetik dan belum matang. Perlu diingat, pematangan semangka tidak akan terjadi lagi setelah dipanen. Kalau dalam Bahasa jawanya, semangka
gak iso diimbu.
5. Pilih semangka dengan garis hijau tuaSelanjutnya, pilih semangka yang memiliki garis kulit yang gelap dan tajam. Semakin gelap garis kulit maka semangka itu akan lebih manis.
6. Pilih semangka yang berjaring cokelatPerhatikan juga pola jaring pada kulit luarnya. Pola jaring seperti sarang laba-laba ini menunjukkan semangka yang manis dan tidak.Saat mau beli semangka, pilihlah semangka yang memiliki pola jaring berwarna coklat pada kulitnya. Tekstur kecoklatan di permukaan semangka menandakan lebah menyentuh bagian penyerbukan bunga berkali-kali. Semakin banyak jaring berwarna cokelat yang mirip sarang laba-laba di semangka, semakin manis buah tersebut.
7. Periksa tangkai semangkaJika semangka yang dijual masih ada tangkainya, ini bisa jadi rujukan juga. Jika masih ada tangkainya, pilihlah semangka yang batang tangkainya sudah kering.Tangkai yang masih kehijauan biasanya, menunjukkan semangka terlalu dini dipanen dan tidak akan matang karena masih tumbuh. Sebaliknya, batang kering merujuk pada semangka yang matang dan manis.
Murianews, Kudus – Musim kemarau seperti saat ini paling cocok makan buah semangka. Kandungan air yang mencapai 92 persen itu bikin tubuh segar saat menyantap semangka.
Banyaknya kandungan air ini membantu tubuh untuk memenuhi hidrasi kita sehari-hari. Selain itu, kandungan air di semangka juga bermanfaat membantu proses pencernaan.
Dari warnanya, semangka dibagi menjadi dua jenis, semangka merah dan semangka kuning. Dua-duanya punya banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Keduanya juga mempunyai zat antioksidan untuk menangkal radikal bebas dan meningkatkan daya dahan tubuh.
Baca: Pilih Semangka Merah atau Kuning? Ini Perbedaannya
Namun, ternyata ada juga semangka yang dagingnya sedikit dan kandungan airnya kurang. Jadi
ketiwas beli, ternyata salah pilih semangka.
Biar enggak lagi kecewa saat beli semangka, ada beberapa tips yang harus diperhatikan. Ada baiknya menyimak tips memilih semangka seperti yang dilansir
Fimela sebagai berikut.
1. Perhatikan bentuknya
Carilah semangka yang bentuknya lebih bulat, bukan yang oval atau lonjong. Semangka dengan bentuk seperti ini rasanya lebih manis ketimbang yang besar memanjang. Semangka yang lonjong cenderung sedikit kandungan airnya dan dagingnya.
2. Ketuk atau tepuk buah semangka
Enggak ada salahnya sedikit menepuk permukaan buah saat memilih semangka. Ini untuk memastikan kepadatan pada buah semangka.
Perhatikan suaranya saat menepuk. Semangka yang matang sempurna akan terdengar suara yang berat ketika diketuk. Sebaliknya, semangka dengan banyak rongga akan menghasilkan suara nyaring saat diketuk.
3. Pilih yang paling berat
Saat memilih semangka, angkat-angkat dulu pakai tanganmu untuk memperkirakan beratnya. Sebab, semangka yang manis adalah semangka yang padat dan berat saat diangkat.
Jadi, semangka yang terasa berat karena isinya bukan besar kecilnya ukuran. Namun perlu pula diperhatikan untuk tidak memilih semangka dengan ukuran yang terlalu besar atau terlalu kecil.
4. Periksa bercak pada semangka
Cek bercak kuning atau
ground spot pada semangka. Bercak itu menandakan semangka sudah matang dan menghasilkan buah yang manis.
Kalau bercaknya berwarna lebih putih, itu menunjukkan semangka terlalu cepat dipetik dan belum matang. Perlu diingat, pematangan semangka tidak akan terjadi lagi setelah dipanen. Kalau dalam Bahasa jawanya, semangka
gak iso diimbu.
5. Pilih semangka dengan garis hijau tua
Selanjutnya, pilih semangka yang memiliki garis kulit yang gelap dan tajam. Semakin gelap garis kulit maka semangka itu akan lebih manis.
6. Pilih semangka yang berjaring cokelat
Perhatikan juga pola jaring pada kulit luarnya. Pola jaring seperti sarang laba-laba ini menunjukkan semangka yang manis dan tidak.
Saat mau beli semangka, pilihlah semangka yang memiliki pola jaring berwarna coklat pada kulitnya. Tekstur kecoklatan di permukaan semangka menandakan lebah menyentuh bagian penyerbukan bunga berkali-kali. Semakin banyak jaring berwarna cokelat yang mirip sarang laba-laba di semangka, semakin manis buah tersebut.
7. Periksa tangkai semangka
Jika semangka yang dijual masih ada tangkainya, ini bisa jadi rujukan juga. Jika masih ada tangkainya, pilihlah semangka yang batang tangkainya sudah kering.
Tangkai yang masih kehijauan biasanya, menunjukkan semangka terlalu dini dipanen dan tidak akan matang karena masih tumbuh. Sebaliknya, batang kering merujuk pada semangka yang matang dan manis.