Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Sebanyak 25 emak-emak pelaku usaha fesyen di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diberi pelatihan desain fesyen di SMK NU Banat Kudus, Selasa (7/11/2023).

Mereka diajak membuat beragam busana berbahan dasar kain batik Kudus yang dipadukan dengan kain rayon twill polos warna putih.

Dari kain batik Kudus itulah nantinya dikombinasikan dengan kain rayon twill polos warna putih. Sehingga menjadi produk berupa pakaian, celana, topi, outer, dan produk fashion lainnya.

Pendamping Usaha Mikro Kecil Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Siti Makhmudah mengatakan, pelatihan desain fesyen berlangsung mulai Senin (6/11/2023) sampai Kamis (9/11/2023) di SMK NU Banat Kudus. Pelatihan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus non fisik tahun 2023.

”Diikuti 25 peserta yang merupakan pelaku UMKM bidang fesyen asal Kabupaten Kudus. Kebanyakan dari mereka sudah bisa menjahit,” katanya, Selasa (7/11/2023).

Mayoritas dari peserta merupakan pemilik usaha. Mulai dari usaha butik, penjahit, pengusaha konveksi, dan perajin ecoprint.

Dia menjelaskan, peserta diajarkan membuat pola busana, cara memotong, dan menjahit. Tiap-tiap kelompok berisi lima orang, sehingga totalnya ada lima kelompok.

”Tiap-tiap kelompok membuat satu produk. Jadi antar kelompok saling bersaing membuat produk terbaik,” imbuhnya.

Salah seorang peserta, Evi Setyowati mengaku tertarik ikut pelatihan lantaran ingin mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi. Dirinya ingin mengetahui teknik menjahit yang lebih baik.

”Supaya tahu cara menjahit dan juga mengetahui model kekinian. Apalagi di sini fasilitas jahitnya sudah modern,” ungkapnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Tren Terkini

Terpopuler