Tips Merawat Rambut usai Melakukan Keratin Treatment, Jangan Asal
Dani Agus
Selasa, 9 Juli 2024 17:52:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Memiliki rambut yang indah merupakan dambaan dan kebanggan bagi para wanita. Hal ini cukup wajar, mengingat rambut dianggap sebuah perhiasan dan mahkota bagi wanita.
Oleh sebab itu, banyak cara dilakukan demi mendapatkan rambut yang tebal dan indah. Bahkan, mereka rela mengeluarkan banyak biaya untuk perawatan rambut.
Ada beragam metode perawatan rambut yang dikenal saat ini. Salah satunya adalah keratin treatment atau perawatan keratin.
Perawatan ini adalah prosedur kimia yang biasanya dilakukan di salon untuk menambah kilau pada rambut dan mengurangi keriting. Perawatan ini memungkinkan membikin rambut terlihat lebih lurus dan bisa bertahan hingga beberapa bulan.
Namun, ada yang perlu diperhatikan bagi mereka yang sudah melakukan perawatan ini. Sebab, jika asal melakukan perawatan justru bisa merusak rambut.
Melansir dari Halodoc, perawatan ini disinyalir mengandung formaldehida, yang bisa berbahaya jika terhirup. Padahal formaldehida inilah yang sebenarnya membuat rambut terlihat lebih lurus. Formaldehida ini diduga dapat menyebabkan efek samping mulai dari iritasi mata, sakit kepala, pusing, dan batuk.
Perawatan keratin pada rambut adalah proses kimia di mana profesional salon melapisi helai rambut dengan protein untuk membuatnya halus dan berkilau. Ada berbagai jenis perawatan ini, namun perawatan yang umum adalah menyuntikkan keratin ke area berpori untuk membuat rambut lebih sehat.
Keratin menghaluskan sel-sel yang tumpang tindih untuk membentuk helai rambut, yang berarti rambut lebih mudah diatur. Keratin juga dapat mengurangi tampilan ujung rambut bercabang dengan mengikat rambut untuk sementara waktu.
Keratin tidak bisa bertahan selamanya. Kamu perlu menerapkan perawatan khusus supaya efek keratin bisa bertahan. Berikut adalah cara perawatannya:
Menghindari Air
Air dan kelembapan dapat menyebabkan helaian rambut kehilangan sebagian dari perawatan keratin. Ini tidak hanya membuat rambut keropos dan mudah kusut, tetapi juga meninggalkan bekas di rambut.
Hindari mencuci rambut setidaknya selama tiga hari setelah perawatan, hindari berenang dan aktivitas fisik yang intens supaya rambut tidak berkeringat.
Jangan Mengikat Rambut
Jangan mengikat rambut selama beberapa hari pertama setelah perawatan atau selama yang dibutuhkan. Keratin membuat rambut mudah dibentuk, sehingga menguncir dan mengepangnya dapat membuat rambut penyok. Setelah sekitar tiga hari, kamu dapat menggunakan ikat rambut lembut untuk mengikat rambut, tapi jangan mengikat rambut terlalu lama.
Gunakan Produk Perawatan Rambut yang Aman
Misalnya bebas dari detergen kuat seperti sodium lauryl sulphate atau sodium Laureth sulphate. Deterjen ini menghilangkan minyak alami dan keratin pada rambut, menyebabkan perawatan inilebih cepat aus dari yang diharapkan.
Kamu juga tidak disarankan untuk menggunakan produk penata rambut seperti hair spray atau gel, mousse, root-lifting sprays, dan lain-lain. Lakukan aplikasi ulang setelah tiga hingga lima bulan karena perawatan ini mulai memudar.



